Kamis, 19 Mei 2016

Laporan PLS





Siswa siswi kelas 10 SMAN2 Magelang mengikuti kegiatan rutin yang diadakan sekolah. Kegiatan ini biasa disebut PLS yang berarti pelajaran luar sekolah. PLS ini diadakan setiap tahun oleh SMAN 2 Magelang yang harus diikuti oleh siswa siswi kelas 10 sebagai syarat penilaian. Pada tahun ini yang mengikuti PLS sekitar 270 an siswa. Dari 270 siswa tersebut dibagi menjadi 6 bus. Setiapbus berisikan sekitar 30 siswa yang didampingi oleh 2 guru, 1 pemandu, dan 1 supir bus. Untuk setiap siswa pun mendapatkan kaos seragam yang berwarna abu-abu untuk digunakan sebagai identitas. Dari setiap bus juga terdiri dari  siswa siswi yang berbeda-beda asal kelasnya, ada dari IPA dan juga IPS.
 Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Sritex. Kami berangkat dari sekolah sekitar jam 7 pagi dan sampai di Sritex sekitar jam 10 pagi. Sritex memiki singkatan PT Sri Rejeki Isman. Sritex merupakan perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sritex tersebut telah mengekspor pakaian fashion sejumlah merek terkenal di dunia. Paling prestisius sebanyak 30 negara di dunia menggunakan seragam militer yang diproduksi Sritex. PT Sritex didirikan oleh Lukminto yang harus berjuang dari nol dan sempat mengalami jatuh bangun sebelum perusahaan tersebut menjadi besar dan sukses seperti saat ini. Beliau sendiri memulai berdagang di kios nomor 12 dan 13 di Pasar Klewer, Solo sejak tahun 1996, yang diberi nama UD Sri Rejeki. Perusahaan ini mampu membuat pabrik pada tahun 1968 dengan memperkerjakan 200 orang. Namun sekarang. Namun sekarang sangantlah menajubkan, Sritex mampu memperkerjakan hingga 25.000 orang. Yang sebagian besar merupakan orang-orang dari daerah pabrik tersebut. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu, berarti pabril ini mampu membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada saat ini. Pabrik Sritex saat ini mampu memproduksi pakaian sebanyak 16 juta buah pertahunnya. Di Sritex kami diperlihatkan proses pembuatan hingga pengemasan pakaian yang diproduksi oleh mereka. Kami di sana di pandu oleh salah satu pegawai yang bekerja di pabrik tersebut.
Kunujungan kedua kami setelah dari Sritex yakni ke Sangiran. Kami sesampainya di Sangiran sekitarjam 3 sore, yang bertepatan dengan waktu solat asar. Kami di sanalangsung dipersilahkan masuk dan diceritakan sebagian isi Sangiran oleh pemandu yang telah disediakan. Kegiatan ke Sangiran ini dilakukan agar kami dapat mengetahui, menghargai, mencintai sejarah manusia maupun sejarah Indonesia.Museum Manusia Purba Sangiran terletak di kawasanSitusSangiransiDesaKrikilan, KecamatanKalijambe, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, sekitar 17 km kearah utara kota Solo(menurut peta). Museum ini merupakan perwujudan dari potensi yang dimiliki Situs Sangiran, khususnya dalam hal memahami evolusi manusia, budaya, dan lingkungan paling tidak sejak 2,4 juta tahun silam. Tidak hanya tentang Situs Sangiran, Museum Manusia Purba Sangiran juga menyajikan berbagai informasi ilmiah tentang evolusi alam semesta, bumi, dan makhluk yang ada di dalamnya sejak awal pembentukan hingga kondisi aktual saat ini. Sajian pameran di museum ini dibagi menjadi 3 segmen ruang pamer, yaitu ruang pamer “Kekayaan Sangiran”, ruang pamer “Langkah-langkah Kemanusiaan ”, dan ruang diorama “Masa Keemasan Homo Erectus”. Selain menyajikan koleksi-koleksi fosil asli, Museum Manusia Purba Sangiran juga menampilkan diorama-diorama yang menarik untuk memberikan ilustrasi lebih nyata mengenai benda koleksi yang dipamerkan. Alat peraga touch screen juga disediakan agar pengunjung bisa menjelajah  informasi yang ingin diketahui lebih lanjut. Keberadaan Museum Manusia Purba Sangiran iharapkan mampu memberikan informasi bagi pengunjung sehingga dapat menambah pemahaman pengunjung terhadap evolusi manusia, budaya, dan lingkungan di Situs Sangiran, yang telah dijadikan Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1996.
            Ruang Pamer 1 – Kekayaan Sangiran
Memasuki ruang pamer ini, pengunjung disuguhi informasi mengenai evolusi dari inti sel tunggal hingga manusia, selain itu juga evolusi binatang. Fosil yang dipamerkan di antaranya fosil gading gajah, tengkorak gajah purba, tengkorak manusia, buaya, kepala kerbau, kepala banteng, badak, harimau, babi, kura-kura, kerang, serta kuda sungai purba. Fosil temuan di tempatkan dalam diorama sehingga terkesan lebih menarik. Diruang ini juga terdapat diorama kehidupan Homo erectus di Sangiran, vitrin dan panel teknik pembuatan serta penggunaan alat batu.
            RuangPamer 2 – Langkah-langkahKemanusiaan
Di ruang animasi ini, pengunjung disambut dengan poster raksasa “Dari Big Bang Sangiran Tercipta”.Terdapat beberapa segmen yang bisa dinikmati pengunjung, antara lain ruang audio visual mengenai sistem tata surya, pengenalan planet bumi, evolusi menuju makhluk manusia, sejarah dan tokoh teori evolusi, proses migrasi manusia penemuan jejak evolusi manusia, perintis museum Sangiran, sejarah geologi kepulauan nusantara, hadirnya manusia purba Homo erectus pertama kali di Indonesia, sebaran situs dan evolusi mereka di Indonesia selama 1 jutatahun, muncul dan evolusiHomo sapiens Sang Manusia Modern, proses hunian Nusantara hingga saat ini, dan kegiatan penelitian ekskavasi. Ada berbagai diorama yang sangat unik untuk dinikmati anatara lain mengenai tokoh Eugene Duboi, G. H. R. von Koenigswald, perburuan binatang oleh Homo erectus, perapian, penggalian arkeologis, seta penguburan.
            Ruang Pamer 3 – Masa Keemasan Homo erectus 500.000 tahun yang lalu
Ruang pamer utama ini menyajikan situasi Situs Sangiran di jaman keemasannya pada sekitar 500.000 tahun yang lalu. Sebuah diorama raksasa berukuran diameter 24 meter dan tinggi 12 meter menyajikan kehidupan sehai-hari Homo erectus. Selain itu juga disajiakan manekin rekonstruksi Homo erectus S17 dan Homo floresiensis yang canggih karena tampak alamiah.
            Setelah mengunjungi semua ruangan yang ada di Sangiran, kamilangsung melakukan solat Asar dimasjid yang telah disediakan oleh Sangiran. Setelah solat kami langsung bersiap-siap untuk mengunjungi Solo Square. Kami pergi dari Sangiran sekitar jam 5 sore. Sampaidi Solo Square pun sekitar jam 6 sore. Sesampainya di sana kami berjalan-jalan sambil berbelanja pakaian maupun makanan. Kami di Solo Square hingga jam 8 malam. Setelah itu kami langsung pergi meninggalkan Solo dan kembali ke Magelang. Sampai di Magelang, kami langsung beranjak pulang dengan di ejmput oleh keluarga masing-masing. Kegiatan ini sangatlah bermanfaat untukkmai, selain menambah pengetahuan kami juga menambah banyak pengalaman yang belum tentu dapat terulang kembali. Kami disana tidak lupa untuk mengabadikan moment-moment yang tadi dilalui dengan mengambil foto dan video.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar