Siswa siswi
kelas 10 SMAN2 Magelang mengikuti kegiatan rutin yang diadakan sekolah.
Kegiatan ini biasa disebut PLS yang berarti pelajaran luar sekolah. PLS ini
diadakan setiap tahun oleh SMAN 2 Magelang yang harus diikuti oleh siswa siswi
kelas 10 sebagai syarat penilaian. Pada tahun ini yang mengikuti PLS sekitar
270 an siswa. Dari 270 siswa tersebut dibagi menjadi 6 bus. Setiapbus berisikan
sekitar 30 siswa yang didampingi oleh 2 guru, 1 pemandu, dan 1 supir bus. Untuk
setiap siswa pun mendapatkan kaos seragam yang berwarna abu-abu untuk digunakan
sebagai identitas. Dari setiap bus juga terdiri dari siswa siswi yang berbeda-beda asal kelasnya,
ada dari IPA dan juga IPS.
Tujuan pertama
kami adalah mengunjungi Sritex. Kami berangkat dari sekolah sekitar jam 7 pagi
dan sampai di Sritex sekitar jam 10 pagi. Sritex memiki singkatan PT Sri Rejeki
Isman. Sritex merupakan perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Asia
Tenggara. Perusahaan ini berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sritex
tersebut telah mengekspor pakaian fashion sejumlah merek terkenal di dunia.
Paling prestisius sebanyak 30 negara di dunia menggunakan seragam militer yang
diproduksi Sritex. PT Sritex didirikan oleh Lukminto yang harus berjuang dari
nol dan sempat mengalami jatuh bangun sebelum perusahaan tersebut menjadi besar
dan sukses seperti saat ini. Beliau sendiri memulai berdagang di kios nomor 12
dan 13 di Pasar Klewer, Solo sejak tahun 1996, yang diberi nama UD Sri Rejeki.
Perusahaan ini mampu membuat pabrik pada tahun 1968 dengan memperkerjakan 200
orang. Namun sekarang. Namun sekarang sangantlah menajubkan, Sritex mampu
memperkerjakan hingga 25.000 orang. Yang sebagian besar merupakan orang-orang
dari daerah pabrik tersebut. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu, berarti
pabril ini mampu membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada saat ini.
Pabrik Sritex saat ini mampu memproduksi pakaian sebanyak 16 juta buah
pertahunnya. Di Sritex kami diperlihatkan proses pembuatan hingga pengemasan
pakaian yang diproduksi oleh mereka. Kami di sana di pandu oleh salah satu
pegawai yang bekerja di pabrik tersebut.
Kunujungan kedua
kami setelah dari Sritex yakni ke Sangiran. Kami sesampainya di Sangiran
sekitarjam 3 sore, yang bertepatan dengan waktu solat asar. Kami di
sanalangsung dipersilahkan masuk dan diceritakan sebagian isi Sangiran oleh
pemandu yang telah disediakan. Kegiatan ke Sangiran ini dilakukan agar kami
dapat mengetahui, menghargai, mencintai sejarah manusia maupun sejarah
Indonesia.Museum
Manusia Purba Sangiran terletak di kawasanSitusSangiransiDesaKrikilan,
KecamatanKalijambe, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, sekitar 17 km kearah utara kota
Solo(menurut peta). Museum ini merupakan perwujudan dari potensi yang dimiliki Situs Sangiran, khususnya dalam hal memahami evolusi manusia, budaya,
dan lingkungan paling tidak sejak 2,4 juta tahun silam.
Tidak hanya tentang Situs Sangiran, Museum
Manusia Purba Sangiran juga menyajikan berbagai informasi ilmiah tentang evolusi alam semesta,
bumi, dan makhluk yang ada di
dalamnya sejak awal pembentukan hingga kondisi aktual saat ini. Sajian pameran di museum
ini dibagi menjadi 3 segmen ruang pamer, yaitu ruang pamer “Kekayaan Sangiran”,
ruang pamer “Langkah-langkah Kemanusiaan ”, dan ruang diorama “Masa Keemasan Homo Erectus”. Selain menyajikan koleksi-koleksi fosil asli,
Museum Manusia Purba Sangiran juga menampilkan diorama-diorama yang
menarik untuk memberikan ilustrasi lebih nyata mengenai benda koleksi yang dipamerkan.
Alat peraga touch screen juga disediakan
agar pengunjung bisa menjelajah informasi yang ingin diketahui lebih lanjut.
Keberadaan Museum
Manusia Purba Sangiran iharapkan mampu memberikan informasi bagi pengunjung sehingga dapat menambah pemahaman pengunjung terhadap evolusi manusia,
budaya, dan lingkungan di Situs Sangiran, yang telah dijadikan Warisan Dunia oleh
UNESCO sejak tahun 1996.
Ruang Pamer 1
– Kekayaan Sangiran
Memasuki ruang pamer ini,
pengunjung disuguhi informasi mengenai evolusi dari inti sel tunggal hingga manusia,
selain itu juga evolusi binatang. Fosil yang dipamerkan di
antaranya fosil gading gajah, tengkorak gajah purba, tengkorak manusia, buaya,
kepala kerbau, kepala banteng, badak, harimau, babi, kura-kura, kerang,
serta kuda sungai purba. Fosil temuan di tempatkan dalam diorama
sehingga terkesan lebih menarik. Diruang ini juga terdapat diorama kehidupan Homo erectus di Sangiran, vitrin dan
panel teknik pembuatan serta penggunaan alat batu.
RuangPamer 2
– Langkah-langkahKemanusiaan
Di ruang animasi ini, pengunjung disambut dengan poster raksasa
“Dari Big Bang Sangiran Tercipta”.Terdapat beberapa segmen yang
bisa dinikmati pengunjung, antara lain ruang audio visual
mengenai sistem tata surya, pengenalan planet bumi, evolusi menuju makhluk manusia,
sejarah dan tokoh teori evolusi, proses migrasi manusia penemuan jejak evolusi manusia,
perintis museum Sangiran, sejarah geologi kepulauan nusantara,
hadirnya manusia purba Homo erectus pertama
kali di Indonesia, sebaran situs dan evolusi mereka di Indonesia selama 1
jutatahun, muncul dan evolusiHomo sapiens
Sang Manusia Modern, proses hunian Nusantara hingga saat ini, dan kegiatan penelitian ekskavasi.
Ada berbagai diorama yang sangat unik untuk dinikmati anatara lain mengenai tokoh
Eugene Duboi, G. H. R. von Koenigswald, perburuan binatang oleh Homo erectus, perapian,
penggalian arkeologis, seta penguburan.
Ruang Pamer 3
– Masa Keemasan Homo erectus 500.000 tahun yang lalu
Ruang pamer utama ini menyajikan situasi Situs Sangiran di
jaman keemasannya pada sekitar 500.000 tahun yang lalu. Sebuah diorama
raksasa berukuran diameter 24 meter dan tinggi 12 meter
menyajikan kehidupan sehai-hari Homo erectus.
Selain itu juga disajiakan manekin rekonstruksi Homo erectus S17 dan Homo floresiensis yang
canggih karena tampak alamiah.
Setelah
mengunjungi semua ruangan yang ada di Sangiran, kamilangsung melakukan solat
Asar dimasjid yang telah disediakan oleh Sangiran. Setelah solat kami langsung
bersiap-siap untuk mengunjungi Solo Square. Kami pergi dari Sangiran sekitar
jam 5 sore. Sampaidi Solo Square pun sekitar jam 6 sore. Sesampainya di sana
kami berjalan-jalan sambil berbelanja pakaian maupun makanan. Kami di Solo
Square hingga jam 8 malam. Setelah itu kami langsung pergi meninggalkan Solo
dan kembali ke Magelang. Sampai di Magelang, kami langsung beranjak pulang
dengan di ejmput oleh keluarga masing-masing. Kegiatan ini sangatlah bermanfaat
untukkmai, selain menambah pengetahuan kami juga menambah banyak pengalaman
yang belum tentu dapat terulang kembali. Kami disana tidak lupa untuk
mengabadikan moment-moment yang tadi dilalui dengan mengambil foto dan video.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar